Create your blog and photo album with postbit
Create your blog and photo album

Create new post

Content:

Upload a picture:
Tags (keywords separated by comma)

Save Cancel
songmack58:   Followers: 0 ; Following: 0


Inilah Cara Mengadakan Aqiqah Secara Muslim



Aqiqah itu menandakan memutus serta melubangi, serta ada pula yang menunjukkan bahwa akikah adalah sebutan bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, & dikatakan pula bahwa akikah merupakan rambut yang untuk si momongan ketika menyembul. aqiqah bandung Adapun maknanya secara syari’at adalah fauna yang disembelih untuk menyelesaikan bayi yang dilahirkan. Aqiqah adalah sembelihan yang disembelih untuk bujang yang baru lahir. Pengarang kitab Mukhtar Ash Shihhah mengatakan: " Al-'Aqiqah atau Al-'Iqqah memiliki arti adalah rambut makhluk yang baru dilahirkan, baik manusia atau satwa. Dinamai lagi daripadanya satwa yang disembelih untuk keturunan yang baru lahir di hari keseminggunya.

1. Dasar Hukumnya
Aqiqah hukumnya merupakan sunnah muakkad, sekalipun wali dalam hal ihwal sulit. Aqiqah dilakukan sebab Rasulullah saw. dan karet sahabat. Berikut adalah hadits-hadits tentang mengakikahkan anak yang baru menyembul.

1. Nabi saw. berkata:
“Setiap momongan tergadai beserta aqiqahnya, disembelihkan (kambing) untuknya pada hari ke tujuh, dicukur serta diberi nama” [HR Abu awud, no. 2838, at-Tirmidzi no. 1522, Putra Majah no. 3165 dll dari saki Samurah bin Jundub r. a.. Hadits ini dishahihkan oleh al-Hakim dan disetujui oleh adz-Dzahabi, Syaikh al-Albani dan Syaikh Abu Ishaq al-Huwaini dalam kitab al-Insyirah Fi Adabin Nikah hlm. 97]#@@#@!!.

2. Ashhabus Sunan menceritakan:
Bahwa Nabi saw. meng-aqiqahkan Hasan serta Husain (cucunya dari Fathimah - pen) masing-masing seekor kambing qibasy.

3. Serta dari Tindasan bin Pemandu Ash-Dhabiey, bahwa Nabi saw. bersabda: "Untuk anak laki-laki aqiqahnya. Tumpahkanlah atasnya darah, serta hilangkanlah daripadanya kotoran dan najis. " (Riwayat Al-Khamsah).

4. Hadits dalam shahih Bukhari
Di setiap anak bertepatan aqiqahnya, oleh karena itu sembelihlah hewan dan hilangkanlah gangguan darinya.

5. Hadits riwayat Bubuk Daud
Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam memerintahkan itu agar beraqiqah dua sudut kambing yang sepadan (umur dan besarnya) untuk budak laki-laki & seekor kibas untuk bayi perempuan.

6. Hadits riwayat Malik serta Ahmad
Fatimah Binti Nabi SAW (setelah melahirkan Rancak dan Husain) mencukur serabut Hasan & Husain lalu ia bersedekah dengan galuh seberat tara rambutnya.

tujuh. Hadits babad Abu Daud dan Nasai
Barang siapa diantara kamu ingin beribadah tentang anaknya patut dilakukan aqiqah untuk bani dua sudut kambing yang serupa umurnya serta untuk bujang perempuan seekor kambing.

dua. Aqiqah Untuk Anak Laki-Laki serta Anak Perempuan
Yang afdhal untuk bani disembelihkan 2 ekor kambing/domba yang mirip dan umurnya bersamaan. & untuk budak perempuan 1 ekor.
Mulai Ummu Karz Al-Ka'biyah berkata: Aku sudah mendengar Rasulullah saw. bersabda:

" Untuk anak laki-laki 2 ekor kibas yang serupa, dan untuk anak perempuan satu kontrol. " Serta dibolehkan mono ekor domba untuk anak laki-laki. Rasulullawh saw. pernah meninggalkan yang demikian untuk Hasan dan Husain r. a., seperti di hadits yang lalu.
“Dahulu kami dimasa jahiliyah jikalau salah seorang diantara kita mempunyai anak, ia memotong kambing dan melumuri kepalanya dengan resam kambing ini. Maka sehabis Allah mengundang islam, kita menyembelih kambing, mencukur ataupun menggundul penyelenggara si budak dan melumurinya dengan minyak wangi. ” [HR. Abu Daud juz 3 hal 107].

Di hadits lain yang berisikan mengenai sejarah aqiqah yang diriwayatkan oleh Rumpun Hibban “Dari Aisyah ia berkata ‘Dahulu orang orang2 pada tanda jahiliyah apabila mereka beraqiqah untuk seorang bayi, mereka melumuri kapas dengan kebiasaan aqiqah, kemudian ketika memotong rambut si bayi itu melumurkan saat kepalanya’. Jadi Nabi saw bersabda, ‘Gantilah darah ini dengan minyak wangi. ’” [HR Ibnu Hibban juz 12 hal 124].

3. Saat Penyembelihan

1. Jika memungkinkan, penyembelihan dilangsungkan pada hari ke-7. Bila tidak, maka pada hari ke-14. Dan jika yang demikian masih tidak memungkinkan, dipastikan pada hari ke-21 mulai hari kelahirannya. Jika tetap tidak mengizinkan maka pada kapan saja. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dikatakan:?????????????????????????????? "Disembelih pada hari ketujuh, dan pada hari ke-empatbelas, serta pada hari kedua puluh satu. "
Rangkaian Berikutnya:
- Melepaskan anak sebutan
- Membabat rambutnya.
- Bersedekah seberat timbangan rambutnya.

2. Akan halnya syarat satwa kambing yang dapat dijadikan aqiqoh itu sama beserta syarat satwa qurban (kurban) sbb:
- Kambing: baik berusia 1 (satu) tahun dan menyerap usia (dua) tahun.
- Domba: tertib berusia 6 (enam) tarikh dan masuk bulan ke-7 (tujuh).
- Tidak boleh ada anak buah badan fauna yang kekufuran.
- Dagingnya tidak mahir dijual.

4. Bersamaan Renggangan Qurban & Aqiqah.
Dari sini muncul pertanyaan, ialah bolehkah memadukan niat aqiqah dan kurban? Bila sesuatu itu diperbolehkan apakah secara otomatis persembahan yang dilakukan sekaligus mampu menggugurkan panggilan akikah? Hal hal itu ada 2 pendapat:

Qurban yang ia tunaikan itu bisa sekali lalu diniatkan aqiqah dan menggugurkan anjurannya. Pendapat ini yaitu opsi yang disampaikan sebab Mazhab Hanafi dan salah satu riwayat Ahmad. Dari padang tabi’in, Al-Hasan Al-Bashri, Putri Sirin, dan Qatadah, setuju dengan ajaran ini. Mereka berargumentasi, zat kedua ibadah sama, adalah mendekatkan ada kepada Tuhan swt. menjalani sembelihan fauna. Keduanya dapat saling melengkapi dan menimbun. Kasus hukumnya sama saat shalat tetap di Langgar disertai dengan niat shalat sunah tahiyyatal masjid. Mantan mufti Arab Saudi, Syekh Muhammad bin Ibrahim, mengangkat opsi itu.

Kedua kebiasaan itu bukan boleh disatukan dan bukan bisa menyabot salah satunya. Qurban adalah qurban dan aqiqah adalah aqiqah. Pendapat ini disampaikan sebab Mazhab Maliki, Syafi’i, & salah satu riwayat Mazhab Ahmad. Alasan yang mereka kemukakan, yaitu masing-masing dari akikah dan persembahan memiliki tujuan yang bertentangan. Maka itu, satu kolektif lain bukan boleh digabung. Latar belakang serta motif papar kesunnahan ke-2 ibadah itu pun berselisih. Jadi, luka tepat disatukan. Misalnya, denda yang halal di haji tamattu' serta denda yang berlaku di fidyah.

Post by songmack58 (2017-01-12 20:45)

Post your comment:

Name: Email: Site:


| Explore users | New posts | Create your blog | Create your photo album |
| About Postbit | Our blog | Terms of use | Contact Postbit |


Copyright © 2018 - postbit.com